OpenBTS… bagi anak-anak
IT tidak asing lagi kalau mendengar kata OpenBTS. Apasih sebenarnya OpenBTS itu …?? Okay langsung aja kita
menuju ke TKP. OpenBTS atau istilah kerennya Open Base Transceiver Station
adalah sebuah BTS GSM(Global System for Mobile Communication) berbasis
software, yang memungkinkan handphone GSM melakukan panggilan telepon atau
berkirim pesan singkat, tanpa menggunakan jaringan operator selular. Artinya
dengan teknologi ini pengguna bisa melakukan telepon atau sms tanpa membutuhkan
pulsa.OpenBTS dikenal sebagai implementasi open
source pertama dari protocol standar industri GSM. Bahkan dengan merakit
OpenBTS ini, sebenarnya ibarat membangun operator seluler sendiri. Hanya saja
jangkauan sinyalnya terbatas, dan hanya bisa berkomunikasi dengan ponsel lain
yang terkoneksi dengan jariangan OpenBTS ini. Pernah kebayang bikin operator
selular sendiri? Bikin nomer HP se-cantik mungkin? Nelpon dan SMS tanpa perlu
was-was akibat “sayarat dan ketentuan berlaku” operator seluler lain? Dan
pastinya bisa bikin jaringan telekomunikasi di daerah-daerah terpencil atau di
zona bencana.
Menurut
praktisi TI bang. Onno W. Purbo, bermodalkan OpenBTS ini, pengguna dimungkinkan
untuk menelepon dan SMS secara grasis, dengan incestasi yang relatif murah.
Soal kualitas suara atau kecepatan pengiriman SMS dinyatakan sama baiknya
dengan telekomunikasi melalui operator telekomunikasi. Dalam membuat OpenBTS
ini kita butuh perangkat sedikit, ada hardwarenya sedikit. Jelas bang Onno dari
tulisannya.
Masih
menurut bang Onno bahwa telekomunikasi melalui OpenBTS bisa dilakukan dengan
telepon seluler biasa, yang murah sekalipun. Kartu SIM yang dimasukkan pun
tidak perlu yang masih aktif, yang sudah matipun bisa dimanfaatkan.
Pasti
penasarankan seperti apa cara kerja OpenBTS teresbu? Bagaimaan implementasinya
dan berapa biaya yang dibutuhkan untuk membutnya? Masih menurut Bang Onno bahwa
ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk memabangun OpenBTS. Dari sisi hardware,
komponen USRP(Universal Software Radio Peripheral) dan komputer adalah hal yang
krusial. Hardware berfungsi untuk membuat sinyal radionya, namanya USRP, yang
dibutuhkan Cuma dua yaitu USRP-nya sendiri nanti disambung lewat kabel USB ke
komputer, jadi Cuma USRP dengan komputer saja. Ongkos minimal yang diperlukan
untuk membuat OpenBTS, misalnya untuk keperluan eksperimen mahasiswa, sekitar
30 juta. Terdiri dari komponen USRP seharga sekitar Rp15-20 Juta. Berikut
perangkat komputer biasa dengan harga mungkin Rp 5- 10 Juta : "Komputer itu sentral
telepon soalnya. Sebagai pusat untuk mengontrol semuanya. Komputer juga yang
bikin sinyal ponsel sedangkan USRP cuma mengubah perintahnya supaya sinyal
menjadi sinyal GSM," Jangkauan sinyal pun dapat bervariasi, tergantung
perangkatnya. "Tapi kalau mau dikasih amplifier seluler beneran itu
tergantung powernya, kalau 10 watt bisa sampai 5 kilometer," imbuh mantan
dosen ITB itu Jika ingin menambah luas jangkauan sinyal, diperlukan amplifier
dan juga duplexer seperti yang biasa dipakai oleh operator. Untuk perangkat
semacam ini, biaya yang dibutuhkan berkisar 150 juta. Sedangkan dari sisi
perangkat lunak, ada tiga software yang penting peranannya dalam pembuatan Open
BTS. Yaitu GNU radio, asterisk untuk sentral telepon serta software Open BTS. Kemudian
sebagai sarana berkomunikasi, pengguna bisa memakai ponsel biasa yang
dilengkapi SIM Card. Nomor identifikasi di SIM Card ini akan didaftarkan pada
sentral Open BTS dan kemudian diberi nomor sendiri. Ketakutan utama biasanya
bukan diteknologi tapi justru diregulasi (menyedihkan memang) Siapa bilang
OpenBTS Ilegal!!!!!!!!
Sayang…,
pemerintah kita belum mengikinkan operasional OpenBTS ini. Mungkin karena
tekanan provider telekomunikasi yang sudah ada. Seandainya ini diterapkan bisa
dibayangkan kita bisa terhubung ke setiap daerah-daerah perpencil diseluruh
Indonesia dan kalau misalnya dilegalkan, fasilitas telpon murah akan
benar-benar ada bahkan gratis!!!!!!!!!!!!!!!!!
Referensi
dari Pakar IT yg saya kenal : Bang Onno W. Purbo






0 comments:
Posting Komentar